Mengenali Sesak Napas pada Kelainan Jantung

- 18 Februari 2013 16:18 wib
<p>china-liaoning.org</p>

china-liaoning.org


Metrotvnews.com: SESAK napas (dyspnea) selama ini dikenal oleh masyarakat awam sebagai penyakit yang disebabkan gangguan paru-paru. Namun, jangan salah menyangka, ternyata sesak napas bisa pula menjadi tanda bahaya kelainan pada jantung.

“Sebesar 75% penyebab dari sesak napas berasal dari jantung dan tergolong keluhan terbesar selain nyeri dada,” ujar Nathania Marliani, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Terdapat perbedaan antara sesak napas akibat kelainan pada jantung dan paru-paru. Sesak napas yang berasal dari kelainan jantung bisa terlihat dari cepat lelah, napas yang dalam serta cepat, merasa sesak bila tidur hanya mengenakan satu bantal, napas terhenti saat tidur, batuk kering, bahkan disertai darah yang berbuih.

“Saat tidur, penderita sesak napas yang berasal dari paru akan mengalami sesak pada salah satu posisi, sedangkan pada jantung, saat tidur telentang pun akan mengalami sesak napas,” ujar Nathania pada acara Workshop 2nd Annual East Meets West Cardiology Symposium di Eka Hospital, Serpong, Tangerang Selatan, kemarin.

Elektrokardiogram
Dalam kesempatan itu, ia juga mengutarakan pentingnya pemeriksaan melalui elektrokardiogram (EKG) sebab banyak penyebab timbulnya sesak napas pada tubuh manusia, seperti hipertensi, jantung koroner, gagal jantung, dan gangguan irama jantung (aritmia).

“Elektrokardiogram merupakan alat yang merekam listrik jantung untuk mendiagnosis jantung,” jelas, dokter Reza, spesialis jantung aritmia. Menurutnya, jantung setiap manusia bisa berdenyut karena adanya hantaran listrik di sekitar jantung. Melalui pemeriksaan menggunakan alat EKG, seluruh rekaman keadaan jantung akan terbaca dalam sebuah grafik yang menunjukkan apakah pasien tersebut mengidap kelainan jantung, seperti gangguan irama (aritmia), atau kelainan jantung lainnya.

“Atrial fibriliasa merupakan penyakit jantung aritmia yang sering menyerang pasien sebab listrik yang ada di jantung manusia hanya berputar di satu daerah tertentu, sangat cepat, tidak teratur, sehingga mengganggu hantaran listrik dan menyebabkan kematian,” ujar Reza.

Oleh karena itu, penanganan terhadap pasien penderita kelainan jantung perlu dilakukan secara dini. Jajang Sinardja, dokter spesialis jantung koroner, mengatakan, “Ketika pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas, nyeri dada, pingsan, ataupun berdebar, dalam 10 menit pertama harus sudah dilakukan pemeriksaan dengan EKG dan membuat diagnosis kerja serta melakukan tindakan agar nyawa pasien terselamatkan,” ucap Jajang.

Namun, Jajang mengungkapkan pemeriksaan melalui EKG bukanlah satu-satunya cara sebab alat tersebut sudah termasuk lama sehingga butuh berbagai alat pemeriksaan pendamping lainnya, seperti echokardiogram, MRI, kateterisasi, dan elektrovisiologi. (Media Indonesia/*/S-25/Eno)


()

FILM
MORE
CELEBRITAS
MORE
FASHION
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Dibalik Pilar Konstitusi (7)

28 Agustus 2014 21:59 wib

Mata Najwa, Kamis (28/08/2014): Mata Najwa episode kali ini membahas tema 'Dibalik Pilar Konstitusi'. Hadir di Mata Najwa kali ini Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva.