Raffi Ahmad Disarankan Jalani Rehabilitasi dari Ketergantungan Narkoba

- 18 Februari 2013 18:13 wib
<p>MI/Agus Mulyawan/cs</p>

MI/Agus Mulyawan/cs


Metrotvnews.com, Jakarta: Artis Raffi Ahmad, 26, tersangka kepemilikan dua linting ganja dan 14 kapsul methylone direncanakan menjalani rehabilitasi medik.

Pengacara Raffi pun meminta penangguhan penahanan kliennya tersebut kepada penyidik di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Deputi Rehabilitasi BNN Kusman Suriakusuma mengungkapkan, hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, menunjukkan Raffi mengonsumsi zat stimulansia.

Raffi dinilai memiliki kecenderungan ketergantungan konsumsi zat tersebut. "Oleh karena itu, tim dokter menyarankan agar RA menjalani rehabilitasi medik," kata Kusman pada wartawan di Kantor BNN, Senin (18/2).

Hasil pemeriksaan RSKO pada Raffi, jelas Kusman, sama dengan hasil pemeriksaan sebelumnya yang dilakukan tim dokter BNN. BNN sebelumnya telah menyampaikan bahwa Raffi terbukti positif konsumsi methylon dari hasil pemeriksaan endapan zat pada rambutnya.

Namun, BNN sebagai penyidik membutuhkan pemeriksaan objektif dengan melibatkan ahli dari pihak lain. " Artinya kita upayakan second opinion dari RSKO agar objektif,"imbuhnya.

Kusman mengatakan, selama di RSKO, Raffkmenjalani pemeriksaan psikis dengan metode MMPI (Minnessota Multiphasic Personality Inventory) . Seperti halnya pecandu narkoba pada umumnya, kata Kusman, kondisi fisik Raffi bisa saja baik, tetapi tidak demikian dengan kondisi psikisnya.

"Dari pemeriksaan MMPI itu diketahui kondisi psikologinya dan disimpulkan RA mengalami kecenderungan ketergantungan zat stimulasi," jelasnya.

Humas BNN Sumirat Dwiyanto menambahkan, Raffi akan segera direhabilitasi medik tetapi prosesnya masih menunggu keputusan penyidik. Sebab, pengacara Raffj juga mengajukan dua saksi meringankan yang salah satunya berprofesi dokter.

"Pengacara RA juga mengajukan penangguhan penahanan, sehingga penyidik masih mengkaji kembali masalah ini. Paling cepat satu sampai dua hari ini baru ada keputusan rehabilitasi medik untuk RA," tuturnya.

Berita acara pemeriksaan kasus Raffi, lanjut Sumirat, masih belum selesai kadena masih disusun oleh penyidik. Oleh karena itu, masa penahanan Raffi direncanakan akan diperpanjang 20 hari lagi.

Dalam catatan Media Indonesia, sejak dinyatakan sebagai tersangka pada 1 Februari lalu, setidaknya RA telah ditahan di BNN selama 18 hari dari masa tahanan periode pertama selama 20 hari. Selama ditahan, Raffi menjalani pemeriksaan di RSKO dua kali di hari berbeda, selebihnya ditahan di sel tahanan BNN.

Sebelumnya diberitakan, Raffi digelandang petugas BNN bersama 16 orang lainnya di rumahnya di kawasan Lebak Bulus Jakarta Selatan, Minggu (27/2) lalu. Dari 17 yang ditangkap, sembilan orang dinyatakan negatif menggunakan narkoba dan tidak mengetahui pesta narkoba di rumah tersebut.

Delapan lainnya termasuk Raffi Ahmad dinyatakan melanggar UU Narkotika tahun 2009 karena memakai, mengetahui dan memiliki narkotika. (Maggie Nuansa Mahardika/Win)


()

MUSIK
MORE
TREND
MORE

Mata Najwa: Babak Baru Indonesia (6)

23 Juli 2014 23:23 wib

Mata Najwa, Rabu (23/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Babak Baru Indonesia', hadir di Mata Najwa yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pakar hukum tata negara, Zaenal Arifin Mochtar. Direktur eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla