Bisnis Kopi Luwak dari Kebun Sendiri

- 27 Maret 2013 15:23 wib
ANTARA/Syaiful Arif/bo
ANTARA/Syaiful Arif/bo

Metrotvnews.com: Theresia Deka Anugerah Putri, 27, mengawali bisnisnya sebagai tenaga pemasaran di perusahaan minuman selama enam bulan. “Minuman memang memiliki banyak kompetitor. Dari situ saya bisa melihat, semakin banyak kompetitor semakin besar pula peluang pasar,” jelas Putri yang telah yatim piatu sejak belia.

Pada 2007, dengan modal Rp200 juta, Putri bulat memilih bisnis kopi luwak. Targetnya, konsumen berkantong tebal. "Saya bangun bisnis ini dari nol," ungkapnya.

Kini, Putri memiliki tiga varian kopi produknya sendiri. "Dari hasil kerja saya, sekarang saya sudah memiliki 4 hektare kebun kopi untuk memenuhi pasar. Sisanya saya ambil dari petani-petani," tandas Putri.

Tak hanya kopi, Putri juga mengembangkan teh dan jahe. Produk buatannya sudah dipasarkan ke beberapa kota seperti Jakarta, Bali, dan Makassar.

Untuk luar negeri, ia mendistribusikan kopinya ke Malaysia, Taiwan, Polandia, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang. Pada 2010, dia mengikuti sebuah pameran kopi di Jakarta.

Di sana, ia berjumpa dua pengusaha kafe asal Taiwan yang kini menjadi konsumen kopi luwak miliknya. Putri pun terus memperluas jaringan dengan pasar luar negeri. Ia mengirim informasi dan promosi melalui e-mail serta sampel kopinya.

Setelah setahun beroperasi dengan memproduksi dan menjual produk sendiri, pada 2011 Putri bisa mengantongi omzet Rp1 miliar. Tahun lalu, Putri memenuhi 90% dari target omzet Rp1,6 miliar yang dipatoknya.

"Ada saja tantangannya. Tapi ibarat manusia, kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi manusia masih bisa mengarahkan layar. Tuhan memberikan waktu kepada kita untuk memilih. Ini yang saya lakukan untuk orangtua. Mungkin mereka di sana (surga) bisa melihat saya sukses di sini," tutur Putri. (MI/KICK ANDY)


()

MUSIK
MORE
TREND
MORE

Mata Najwa: Babak Baru Indonesia (6)

23 Juli 2014 23:23 wib

Mata Najwa, Rabu (23/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Babak Baru Indonesia', hadir di Mata Najwa yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pakar hukum tata negara, Zaenal Arifin Mochtar. Direktur eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla