Universalitas Pengantin Nusantara

- 27 Maret 2013 20:12 wib
MI/Adam Dwi/bo
MI/Adam Dwi/bo

Metrotvnews.com: Perpaduan gaya Barat dan unsur tradisional dalam gaun pengantin banyak diusung para desainer di Wedding Expo Embrace. Dengan warna khas merah menyala, bordir keemasan di dada dan tirai penutup wajah, gaya pengantin Betawi telah dikenal sebagai salah satu yang atraktif di Tanah Air. Tapi, di panggung acara Wedding Expo Embrace, Jumat (22/3), pengantin Betawi bukan hanya atraktif, melinkan juga modern dan mewah dengan ekor menjuntai dan pita besar di bagian belakang kebaya.

Gaun pengantin itu merupakan karya Sanggar Liza dan hanya menjadi salah satu dari gaun pengantin modifikasi yang mendominasi peragaan yang berlangsung di Shangri-La Hotel, Jakarta. Perkawinan gaun pengantin tradisional dengan sentuhan kebaratan tampak makin menjadi tren.

Hal itu bisa dilihat pula dari rancangan Ferry Sunarto. Desainer yang dikenal dengan rancangan yang glamor ini mengeluarkan kebaya dengan kerah bergaya ala royal wedding. Selain itu Ferry juga menggunakan teknik laser cutting untuk bermain dengan bahan beludru yang ia gunakan.

"Trendnya gaun pengantin bukan hanya dinikmati satu golongan, dengan gaya yang lebih universal, bisa menginspirasi banyak orang. Dengan warna-warna yang romantis, dan sophisticated," kata Ferry yang menampilkan kebaya dengan nuansa emas.

Gaun pengantin beludru juga dikeluarkan desainer spesialis kebaya Amy Atmanto. Dalam peragaan kali ini nuansa baru muncul dari paduan warna yang berbeda antara pengantin wanita dan pria.

Kebaya beludru berwarna hitam dari Amy Atmanto dipadankan dengan busana pengantin pria bergaya modern berwarna cokelat. Busan pengantin pria ini merupakan rancangan Ai Syarif yang lebih dulu dikenal sebagai redaktur mode di beberapa majalah.

"Tren jas sekarang dibuat siluet langsing. Dengan, celana bergaya pensil. Jas harus dibuat menarik agar bisa juga membuat orang pangling tak kalah dengan pengantin perempuan. Warna silver dan abu-abu menjadi warna favorit," ungkap Ai. Gaya yang universal bukan hanya pada gaun berpotongan kebaya, namun juga yang berpotongan kemben. Brand Jemmima by Eema Assegaf memberi tampilan chic sekaligus sedikit edgy pada gaun pengantin Bali.

Panjang kain dibuat hanya setengah betis dan motif tumpal yang biasa terletak pada bagian depan dibuat lebih besar dan sederhana sehingga terlihat modern. Untuk menguatkan kesan berbeda, Eema memberikan aksen selendang di satu sisi dalam warna ungu menyala. Gaun ini benar-benar berhasil menampilkan sisi muda dan ceria seorang pengantin tanpa kehilangan akar budayanya.

Gaun menentukan konsep pesta Bagi para calon mempelai, Amy menyelipkan sebuah pesan untuk pemilihan gaun pengantin yang tepat. Menurut wanita yang kerap berkebaya itu, pemilihan gaun pengantin harus memerhatikan postur tubuh dan warna kulit.

Para mempelai disarankan untuk sudah menentukan gaun pengantin di awal persiapan pernikahan. "Baju pengantin hal yang paling penting karena anda yang akan berdiri di panggung dan menjadi pusat perhatian. Jika gaun telah terpilih, yang lain mengikuti, mulai dari konsep, dekor, undangan, dan lainnya," tutur Amy.

Beberapa perancang lain yang ikut ambil bagian dalam event ini adalah Eddy Betty, Rusli Tjohnardi, dan Widhi Budimulia. Eddy menampilkan gaun khas Palembang bernuansa silver bertabur batuan cantik swarovzky. Ia juga menampilkan gaun chengsam putih nan elegan, dengan gaya rok.

Sementara itu, Widhi meluncurkan gaun pengantin Jepang. Gaun kimono bergaya putih, tampil begitu simple, tidak banyak detail. Namun, mampu terlihat anggun dan elegan. "Pernak-pernik gaun makin beragam. Mulai banyak teknik laser cut yang digunakan. Siluet simpel dan clean pun semakin digemari," ungkap Widhi.

Di sisi lain, Agnes Budisurya menampilkan busana pengantin Korea. Gaun putih khas Korea, dengan lukisan bunga cantik nan lembut berwarna pink di bagian rok, tampil begitu cantik.

Andreas Odang, mengusung gaun pengantin India, dengan warna merah marun. Sementara itu, Sally Koeswanto menurunkan busana pengantin Eropa. Berbagai gaya gaun pengantin ini dapat Anda saksikan dalam event yang berlangsung hingga hari ini. (MI/Siska Nurifah)


()

CELEBRITAS
MORE
FASHION
MORE
LIFE
MORE

Siapa Mau Jadi Menteri (7)

20 Agustus 2014 22:39 wib

Mata Najwa, Rabu (120/08/2014): Mata Najwa episode kali ini membahas tema 'Siapa Mau Jadi Menteri'. Hadir di Mata Najwa kali ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri BUMN Dahlan Iskan.