Selebritas dan Olahragawan Rentan Mati Muda

- 18 April 2013 14:35 wib

Metrotvnews.com, New York: Harga sebuah ketenaran ternyata sangatlah mahal. Menurut sebuah studi internasional yang diterbitkan pada Kamis (18/4), ditemukan bahwa orang yang bergelut di dunia hiburan atau olahraga cenderung mati muda.

Peneliti Richard Epstein dan Catherine Epstein mengatakan penelitian yang berdasarkan pada analisis terhadap 1.000 obituari di New York Times pada 2009-2011, ditemukan orang-orang yang berkarier di dunia musik, film, panggung, dan olahraga meninggal pada usia rata-rata 77,2 tahun.

Jumlah itu lebih kecil bila dibandingkan dengan umur rata-rata 78,5 tahun untuk pekerja kreatif, 81,7 untuk para profesional dan akademisi, dan 83 tahun untuk pebisnis, militer, dan politik.

Para peneliti di Australia mengatakan perhitungan risiko kematian ini bisa menunjukkan bahwa selebritas dan bintang olahraga memiliki risiko lebih tinggi dalam kehidupan, baik untuk mencapai tujuan mereka atau karena keberhasilan mereka.

"Ketenaran dan prestasi dalam karier yang terkait mungkin diperoleh dengan biaya harapan hidup yang lebih pendek," kata peneliti dalam studi yang dipublikasikan dalam QJM: An International Journal of Medicine.

Publisis selebritas papan atas di Inggris Max Clifford mengatakan selebritas dan bintang olahraga memiliki tekanan dan dituntut untuk berhasil dalam memainkan peranan. Bahkan mereka selalu khawatir tentang siapa yang bisa menggantikan mereka.

"Orang-orang menganggap bahwa ketenaran dan kesuksesan adalah semua tentang kekayaan dan kebahagiaan, tapi selama ini yang saya lihat itu tidak pernah terjadi," kata Clifford.

"Keberhasilan seakan menjadi seperti obat yang harus mereka dapatkan dan mereka selalu khawatir akan kehilangannya sehingga akan bekerja lebih keras dan lebih keras. Anda memang harus kompetitif di bidang ini. Jika tidak, Anda tidak akan berhasil." (Reuters)


()

LIFE
MORE

Rerun Demokrasi Galau (Promo)

19 September 2014 23:31 wib

Keberhasilan Indonesia menggelar Pilkada secara langsung telah melahirkan sejumlah pemimpin yang berhasil membuat gebrakan. Rakyat pun merasa tak rugi telah memberikan suara dan memilih sosok yang dapat membuat perubahan berarti. Namun langkah Demokrasi yang terus diperbaiki, kini tersendat oleh pembahasan RUU Pilkada yang mengusulkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Anggota fraksi dari koalisi merah putih di DPR yang sebelumnya tak mendukung RUU tersebut, pascapilpres kini berubah haluan. Dengan sejumlah alasan mereka mendukung Pilkada melalui DPRD. …