Ini Tausiyah Terakhir Uje

- 26 April 2013 10:20 wib
ANTARA/Oky Lukmansyah/rj
ANTARA/Oky Lukmansyah/rj

Metrotvnews.com, Jakarta: Maut ada di tangan Tuhan. Tidak ada satu manusia pun yang mengetahui. Itu pula yang terjadi dengan Ustaz Jeffry Al Buchori. Sekitar dua minggu setelah ulang tahunnya ke-40, ustaz yang akrab disapa Uje itu wafat dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai motor di kawasan Pondok Indah, Jakarta.

Dalam Facebook UJE'S Fans Club diposting tausiyah terakhir sang ustaz. Berikut bunyinya:

"Saya susah, tapi ada yang lebih susah dari saya,
Saya menderita, tapi ada yang lebih menderita dari saya,
Saya sedih, tapi ada yang lebih sedih dari saya,
Saya sakit, tapi ada yang lebih sakit dari saya,
Rupanya saya lebih senang dari mereka,
Rupanya saya lebih bahagia dari mereka.
Rupanya saya lebih gembicar dari mereka.
Rupanya saya lebih sehat dari mereka."

Ustaz Uje meninggal dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai motor Kawasaki ER6N 650 cc bernomor polisi B 3590 SGQ, Kamis (25/4) dini hari. Sempat dibawa ke dua rumah sakit, namun nyawa ustad gaul yang populer di kalangan anak muda itu tak tertolong. Kini jenazah ustaz kelahiran 12 April 1973 itu ada di rumah duka di Perum Bukit Emas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang, Banten.

Jenazah Uje akan di bawa ke Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk disalatkan. Kemudian, jenazah akan dimakamkan di lingkungan makam keluarga di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta, setelah salat Jumat. Sejumlah kolega, seperti penyanyi Ahmad Dhani dan Ustaz Solmed, berada di rumah duka.


()

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun…