Nicholas Saputra Pilih Divaksinasi sebelum Liburan

- 27 April 2013 06:56 wib
MI/Sumaryanto/vg
MI/Sumaryanto/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Punya pengalaman tidak mengenakkan saat sedang berlibur, Nicholas Saputra lebih memilih divaksin sebelum bepergian sebagai pencegahan daripada sakit.

"Pernah sakit di awal-awal perjalan, untung cepat pulih. Jadi tidak harus pulang ke Tanah Air, nggak lucu juga kalau batal liburan karena sakit," kata aktor yang punya hobi "traveling" ini di Jakarta, belum lama ini.

Jebolan Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini mengaku pernah melakukan vaksin "yellow fever", sebelum melakukan perjalanan ke Amerika Latin. "Amerika Latin kan endemik untuk 'yellow fever', jadi pencegahan saya pilih vaksin".

Pria kelahiran 29 tahun lalu ini mengaku bukan hanya memperhatikan masalah transportasi dan akomodasi ketika hendak bepergian. Tetapi, ia juga selalu memperhatikan dan mencari tahu kondisi geografis, iklim, hingga cuaca negara atau daerah yang akan ia datangi.

Tujuannya, agar pria yang akrab disapa Nico ini, juga dapat mempersiapkan diri beradaptasi di tempat tersebut, sehingga merasa aman dan nyaman berada di negara tersebut.

"Tidak hanya kalau keluar negeri, misal ke daerah-daerah pelosok Indonesia seperti di wilayah timur yang endemik malaria, juga perlu persiapan. Entah kita konsumsi obat atau vaksin untuk cegah kena malaria," ujar dia.

Dengan sifat "traveling" yang berkumpul dengan banyak orang dari berbagai daerah mau pun negara, tentu vaksin menjadi salah satu pencegahan yang dirasa paling pas, lanjutnya.

Bagi yang terbiasa menjadi "backpacker" terkadang harus berbagi kamar dengan pelancong dari berbagai negara, karena itu sangat riskan tertular mau pun menjadi "carrier" penyakit tertentu.

Aktor terbaik Festival Film Indonesia tahun 2005 yang baru pulang bepergian dari Amerika Serikat dan Eropa ini, mengaku tidak mau terbatasi bepergian ke satu negara hanya karena tempat tersebut menjadi endemik dari satu penyakit.

"Saya tidak ingin membatasi diri untuk tidak pergi ke satu tempat karena di sana ada penyakit tertentu. Karena itu vaksin perlu dilakukan agar lebih aman," ucap pemeran Rangga dalam film "Ada Apa Dengan Cinta (AADC) tersebut. (Ant)


()

LIFE
MORE

Rerun Demokrasi Galau (Promo)

19 September 2014 23:31 wib

Keberhasilan Indonesia menggelar Pilkada secara langsung telah melahirkan sejumlah pemimpin yang berhasil membuat gebrakan. Rakyat pun merasa tak rugi telah memberikan suara dan memilih sosok yang dapat membuat perubahan berarti. Namun langkah Demokrasi yang terus diperbaiki, kini tersendat oleh pembahasan RUU Pilkada yang mengusulkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Anggota fraksi dari koalisi merah putih di DPR yang sebelumnya tak mendukung RUU tersebut, pascapilpres kini berubah haluan. Dengan sejumlah alasan mereka mendukung Pilkada melalui DPRD. …