Perempuan ini Pamerkan Foto Bersama Makam Uje

- 29 April 2013 06:57 wib
MI/Angga Yuniar/vg
MI/Angga Yuniar/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Minggu (28/4) siang, doa bergema dari bawah tenda kuning di Tempat Pemakaman Umum Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Puluhan orang berdesakan berziarah di makam Ustaz Jefri Al-Buchori. Dari kerumunan, tiba-tiba seorang ibu berjilbab mendesak masuk ke samping kuburan dan mengacungkan ponselnya. Cekrek! Ya, dia berfoto di depan nisan sang ustaz.

Sang ibu, yang kemudian diketahui bernama Windi, 29, lantas bergegas mengatur format penyimpanan gambar itu di ponselnya. Ia segera mengunggahnya untuk dijadikan gambar profil di akun BlackBerry Massanger-nya. Sambil tetap menggenggam ponsel, Warga Tanjung Priok ini segera mengangkat kedua tangannya, segera ikut melafalkan doa-doa ziarah.

Bukan sekali itu saja kedapatan sejumlah peziarah, pria dan wanita, curi-curi foto pada saat orang lain khusuk merapal Ayat Kursi ataupun Surat Yasin. Pengunjung yang mengambil kesempatan untuk berfoto itupun tak berhenti berdatangan. "Oi, gentian dong!" seru sejumlah ibu dan bapak di belakang kerumuman ring-1 makam Uje itu.

Nyatanya, mereka juga bergelagat sama seperti Windi tak datang cuma untuk mendoakan. Tapi juga ada upaya mengabadikan momen kebersamaan dengan sang ustaz yang popularitasnya sudah meluas. Untuk kemudian dipamerkan kepada kawan-kawannya. Yuni, 36, tak hendak membantah mengenai aksi semacam ini.

"Ya mumpung juga sih, mas, lagi di sini. Tapi kita ikut mendoakan juga lah," aku ibu dua anak yang datang sekeluarga dengan menggunaan sepeda motor dari Cakung, Jakarta Timur, ini.

Khumairoh, 54, anggota kelompok pengajian binaan Tatu Mulyana, Ibunda Ustad Jefri, mengatakan, membludaknya kedatangan ratusan warga secara terpisah dari tiap penjuru Jabodetabek ini lebih didasarkan atas kecintaan warga kepada sang ustaz. Sebab, metode dan gaya berdakwah Uje dipandang menggugah kesadaran pendengarnya, mampu melihat Islam dari sudut tak biasa.

Kesan kuat dan kecintaan itulah, kata perempuan yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga ini, yang membuat orang-orang tak segan berebut foto dengan nisan Uje. Soal sisi popularitasnya yang dimanfaatkan sebagai sejenis "wisata" ziarah, dia memakluminya. "Ya memang begitulah. Kita mah yang pengen mendoakan, duduk saja sambil baca (Surat) Yasin di luar kerumunannya," ucapnya.

Lalu, atas dasar kecintaan yang besar kepada ustaz yang meninggal dalam kecelakaan sepeda motor tunggal di Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/4) dinihari, itu, apakah dibenarkan orang-orang yang datang lebih banyak yang berfoto-foto, alih-alih mendoakan mendiang?

Atas pertanyaan ini, Amsori tak cuma mengaku dirinya cuma melaksanakan tugas pemanduan. Tak berhak mengatur-atur terlalu banyak. "Soal foto-foto, ya kita enggak bisa melarang," tandasnya. (Kim)


()

CELEBRITAS
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Dibalik Pilar Konstitusi (7)

28 Agustus 2014 21:59 wib

Mata Najwa, Kamis (28/08/2014): Mata Najwa episode kali ini membahas tema 'Dibalik Pilar Konstitusi'. Hadir di Mata Najwa kali ini Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva.