Padusi, Legenda Tiga Perempuan Minang

- 02 Mei 2013 07:34 wib
Bintang teater yang juga bintang film Ine Febriyanti mementaskan Legenda Drama Tari (Legendra) Padusi-ANTARA/Teresia May/bo
Bintang teater yang juga bintang film Ine Febriyanti mementaskan Legenda Drama Tari (Legendra) Padusi-ANTARA/Teresia May/bo

Metrotvnews.com, Jakarta: Daya Lima bersama Yayasan Bunda dan didukung Djarum Apresiasi Budaya mempersembahkan sebuah legenda drama tari bertajuk Padusi. Drama tari Padusi mengangkat kisah cerita legenda ranah Minang dengan mengambil kisah tiga perempuan Minang.

Ketiganya akan dikemas dengan satu benang merah yakni kisah Padusi, gadis Minang modern yang kembali ke tanah kelahirannya dan melihat kisah ketiga wanita Minang dengan cerita percintaan, kesetiaan, dan harga diri.

Pagelaran drama tari Padusi menggandeng sejumlah seniman ternama antara lain Tom Ibnur sebagai koreografer, Rama Soeprapto sebagai sutradara, dan Nia Dinata sebagai penulis naskah.

Sementara untuk pemain utamanya, Rama dan Tom menggandeng Sha Ine Febriyanti, Jajang C Noer, Marissa Anita, Niniek L Karim, dan Arswendy Nasution. Pagelaran itu juga akan didukung oleh 65 penari dan musisi dari IKJ dan ISI Padang Panjang.

Tom Ibnur mengatakan tema perempuan Minang dipilihnya sebagai dasar cerita karena selain berdarah Minang, Tom juga sangat dekat dengan sang ibunda. Tom yang sudah 50 tahun berkarya, menghasilkan karya-karya yang sebagian besar mengangkat kisah perempuan.

"Saya sangat dekat dengan ibu karena tinggal dengan ibu bukan ayah. Dari 343 karya yang saya buat, 60% bicara tentang perempuan. Saya terinspirasi oleh ibu dan Minangkabau yang mengatakan perempuan sangat dimuliakan. Tapi, pertanyaannya kenapa perempuan tetap teraniaya sampai sekarang? Termasuk ibu saya yang selalu teraniaya oleh bapak," kata Tom saat ditemui dalam jumpa pers Padusi di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu (1/5).

Tom mengatakan, ada tiga kisah legenda yang diangkatnya dalam pagelaran ini yaitu pertama, Puti Bungsu. Kisah Puti Bungsu menceritakan tentang seorang bidadari yang turun dari kayangan namun ia terpaksa menikahi pria yang telah mencuri sayapnya.

Kisah kedua, adalah Siti Jamilan dimana seorang perempuan yang rela bunuh diri dan membunuh anaknya sendiri karena sang suami melanggar janji dengan telah menduakan cintanya.

Kisah terakhir tentang Sabai nan Ailuh yang menuntut keadilan karena akan dinikahi paksa oleh datuk tua bangka.

"Ketiga itu akan diterjemahkan ke dalam Padusi. Saya gembira Nia Dinata mau menulis ini, Rama juga mau menyutradarai," ujarnya.

Sosok Padusi akan menjadi benang merah dari tiga kisah tersebut. Di usia yang lebih matang, Padusi ingin merasakan kebebasannya hidup dan memahami budaya aslinya.

Legenda Padusi akan dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada 11-12 Mei 2013. Tiketnya sendiri dibandrol mulai dari harga Rp 250ribu hingga Rp1 juta.

()

Sakit, Gitaris AC/DC Malcolm Young Cuti

17-April-2014 12:55 wib

GITARIS AC/DC Malcolm Young akan cuti dari band hard rock asal Australia itu karena sakit.