Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale Kecanduan Buat Film Anak-Anak

- 04 Mei 2013 10:30 wib
ANTARA/Ampelsa/bo
ANTARA/Ampelsa/bo

Metrotvnews.com, Jakarta: Dunia film Indonesia tengah bangkit dari mati suri beberapa tahun belakangan ini.

Banyak sineas muda dan baru serta berbakat meramaikan film-film lokal. Salah satunya adalah Alenia Pictures yang dimiliki oleh pasangan suami istri Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen.

Keduanya pertama kali terjun ke dunia film sebagai produser dan sutradara pada 2006 lewat film pertamanya yang bertajuk Denias yang bergenre drama untuk anak-anak. Sejak itu, nama Alenia pun dikenal sebagai pembuat film anak-anak.

Keprihatinan kita akan sangat minimnya film anak-anak Indonesia. Saat membuat Alenia Pictures, kita berpikir kenapa tidak buat film anak-anak saja. Saat kita buat film Denias pada 2006, belum banyak film anak-anak Indonesia. Dari situ kecintaannya tumbuh terus. Kerja sama dengan anak-anak itu dunia ceria, jujur, polos.

"Kita ingin bikin film hiburan yang tetap ada edukasinya, dimana film kami bisa jadi kado buat mereka (anak-anak) yang tak terlupakan," ujar Nia.

Ale dan Nia selalu memproduksi film anak-anak yang dirilis berbarengan dengan liburan anak-anak sekolah Indonesia. Pasangan yang menikah di Australia pada tahun 2005 tersebut memutuskan untuk terus menggarap film anak-anak karena minat penontonnya semakin banyak setiap tahun.

Tidak hanya itu, para orang tua dan anak-anak juga selalu menagih film-film baru karya Alenia Pictures.

"Kita butuh dukungan, tontonan dan gambaran yang baik untuk anak-anak karena sangat jarang film anak-anak. Di awal, film Denias kita baru perkenalkan, tiap tahun jumlah penonton nambah terus. Setiap tahun jelang liburan, kami selalu ditagih oleh anak-anak dan ibunya. Bahkan, mereka sekatang enggak cuma ingin ada film di bulan Juni, tapi juga setiap libur anak seperti Desember juga," terangnya.

Bagi Nia dan Ale, bermain film bersama anak-anak apalagi mereka kerap menjaring bakat-bakat baru anak-anak di pelosok daerah Indonesia, bukanlah persoalan sulit.

Mereka menilai anak-anak memiliki komitmen tinggi saat menjalani syuting melebihi orang dewasa. Demi mendapatkan anak-anak yang memiliki talenta maksimal, Ale dan Nia selalu menanyakan keinginan anak-anak dalam dunia film.

"Saya salut ama anak-anak ini, hingga film ketujuh kami, kalau anak-anak mau dukung mereka bisa komit dengan apa yang mereka mau pilih dan bertanggung jawab dengan pilihannya. Dalam kita mencari bakat, kita akan tanya lansung ke anak apakah itu keinginan sendiri apa orang tua. Kita lebih cari bakat murni yang lahir dan tumbuh dari keinginan mereka sendiri," kata Nia.


()

LIFE
MORE
TREND
MORE

Dibalik Pilar Konstitusi (7)

28 Agustus 2014 21:59 wib

Mata Najwa, Kamis (28/08/2014): Mata Najwa episode kali ini membahas tema 'Dibalik Pilar Konstitusi'. Hadir di Mata Najwa kali ini Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva.