Berbohong saat Tes Kesehatan Rohani Ternyata Bisa Terdeteksi

- 07 Mei 2013 08:24 wib
Ilustrasi--MI/Adam Dwi/cs
Ilustrasi--MI/Adam Dwi/cs

Metrotvnews.com, Gorontalo: Jangan pernah mencoba untuk berbohong saat sedang menjalani tes kesehatan rohani yang dilakukan dokter. Jawablah 350 soal sesuai dengan kondisi, pengalaman, maupun apa yang dirasakan pasien.

"Jika dalam tes itu ada yang mengisi soal tidak sesuai kenyataan atau mencoba untuk bohong, itu bisa ketahuan bahkan ada skor atau skala bohongnya," ungkap Dokter Jiwa, Thomarius, Selasa (7/5).

Biasanya peserta tes berbohong, karena ingin kelihatan baik atau pura-pura baik dengan harapan bisa lulus dalam ujian kesehatan rohani yang dilakukan dokter.

Dengan sikap pura-pura tersebut, peserta tes biasanya justru terjebak dalam sebuah pertanyaan sama yang diulang-ulang namun dalam bentuk yang berbeda sehingga menghasilkan jawaban yang berbeda.

"Jawaban yang tidak konsisten akan menunjukkan pribadi yang  bersangkutan dan bisa mempengaruhi hasil tes," imbuhnya.

Ia menjelaskan, rohani bisa diukur melalui pikiran, jiwa dan perilaku orang sehari-hari. Orang yang sehat rohaninya, kata dia, tampak pada kehidupannya yang senang, nyaman, dan produktif.

Tes kesehatan rohani belakangan ini menjadi syarat penting dalam proses seleksi calon anggota legislatif, serta calon komisioner di berbagai lembaga seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Ombudsman.

Peserta wajib menjalani tes rohani oleh dokter jiwa dan merupakan bagian dari rangkaian tes kesehatan yang dilakukan tim dokter. (Ant)


()

FASHION
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Pengalaman Bupati Solok Dimintai Uang di Pilkada DPRD

18 September 2014 00:35 wib

Mata Najwa, Rabu (17/9/2014): Bupati Solok, Sumatera Barat, Syamsu Rahim menceritakan pengalamannya mengikuti Pemilukada melalui Anggota DPRD. Ia mengaku dimintai uang dengan jumlah tertentu untuk mendapatkan dukungan.