Hindari Beban Unilateral bagi Penderita Skoliosis

- 07 Mei 2013 16:00 wib
Ilustrasi -- ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi -- ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

SKOLIOSIS merupakan kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping. Kelainan ini menyebabkan posisi tubuh antara bagian kanan dan kiri tidak sejajar. Pengidap skoliosis umumnya merasa lebih cepat lelah saat terlalu lama duduk maupun berdiri.

Salah satu langkah untuk mengatasinya adalah dengan berolahraga secara rutin. Namun, Anda tidak disarankan melakukan olahraga yang bersifat unilateral karena hanya bertumpu pada satu sisi tubuh saja. Jenis olahraga ini malah berpotensi menimbulkan cedera yang lebih parah. Contoh olahraga unilateral adalah tenis dan bulutangkis.

"Orang yang mengidap skoliosis kondisinya di satu sisi kaku, sementara di sisi lainnya lebih lemah. Jadi, dia butuh olahraga yang bisa melenturkan sisi yang kaku dan mengencangkan sisi yang lemah," ujar spesialis kedokteran olahraga Grace Tumbelaka ketika ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jenis latihan yang disarankan adalah berenang, senam dan yoga. Anda juga bisa berlatih kardio, seperti joging, untuk menguatkan daya tahan jantung dan paru.

Imbangi latihan itu dengan latihan otot supaya terlatih untuk menyangga tulang lebih kuat. Grace juga menyarankan agar penderita skoliosis tidak membawa tas yang disangga pada satu sisi saja, melainkan tas punggung yang lebih aman.

"Membawa tas dalam posisi yang sama di satu sisi terus menerus bisa menyebabkan cedera kronik pada tulang punggung. Saat ini, banyak sekali yang mengalami hal itu. Jadi, lebih baik mencegahnya dengan menggunakan tas punggung daripada tas satu tali," imbuhnya. (Dinny Mutiah)


()

MUSIK
MORE
FILM
MORE
FASHION
MORE
TREND
MORE

Mata Najwa: Babak Baru Indonesia (6)

23 Juli 2014 23:23 wib

Mata Najwa, Rabu (23/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Babak Baru Indonesia', hadir di Mata Najwa yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pakar hukum tata negara, Zaenal Arifin Mochtar. Direktur eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla