Carly Rae Jepsen Gelar Konser Perdana di Indonesia

- 07 Mei 2013 16:40 wib
REUTERS/Todd Korol
REUTERS/Todd Korol

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelantun lagu Call Me Maybe, Carly Rae Jepsen, akan mengadakan konser perdananya di Tanah Air akhir bulan ini. Salah satu konser terbaik di pertengahan tahun 2013.

Konser yang sudah lama dinanti para pecinta musik Tanah Air ini akan digelar di Tennis Indoor Senayan, pada Senin, 27 Mei 2013.

Carly, yang berkebangsaan Kanada, lahir pada 21 November 1985 dan mengawali karirnya lewat ajang Canadian Idol pada 2007.

Selain lagu Tug of War yang menjadi song of the year di tahun 2010 versi Canadian Radio Music Awards, lagunya yang lain juga banyak mendapat penghargaan baik dari segi hits atau single maupun video clip.

"Kami sudah mendapatkan konfirmasi mengenai konser ini dari management Carly. Pada konser perdana di Indonesia ini, Carly akan membawakan lagu-lagu dari album terakhirnya serta beberapa lagu hitsnya seperti Call Me Maybe dan Tonight I'm Getting Over You," ujar Operations Director INDIKA Productions, Praditya Sutrisno, saat di temui di Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (7/5).

Saat ditanya soal kesiapan promotor, Praditya mengungkapkan: "Carly kan belum terlalu lama di dunia musik, harusnya gak terlalu complicated. Tapi ternyata mereka juga punya requirement sendiri."

Pihak management Carly meminta alat musik keyboard khusus yang ternyata tidak ada di Indonesia maupun Singapura, hingga akhirnya harus didatangkan dari Amerika Serikat. Tidak hanya itu, microphone yang akan digunakan Carly juga tidak bisa sembarangan. Serupa dengan keyboard yang tidak dapat ditemui di dalam negeri maupun negara tetangga dan juga Amerika, akhirnya mic khusus itu didatangkan dari Negeri Hitler, Jerman.

Tiket konser Carly Rae Jepsen bisa didapatkan di www.rajakarcis.com dan www.tiket.com mulai 23 Februari 2013 lalu. Harga tiket berkisar dari Rp700.000,- hingga Rp800.000,- dan Rp1.250.000,- untuk VIP (belum termasuk pajak).

Hingga Selasa (7/5) pagi, tiket yang tersisa hanya sekitar 20% lagi dari total tiket yang dijual sebanyak 4500-5000 tiket. (Abdul Kadir Syam)


()

LIFE
MORE

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun…