Pelaku Kekerasan dalam Berpacaran Sulit Dihukum

- 13 Mei 2013 08:41 wib
Ilustrasi--Dok.MI/bb
Ilustrasi--Dok.MI/bb

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski sudah banyak korban jatuh, penyelesaian kasus tindak kekerasan dalam berpacaran belum memuaskan.

Veni Oktaviani dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) menyatakan bahwa tindak kekerasan dalam berpacaran sulit dibuktikan dan dibawa ke ranah hukum.

Jikapun bisa diproses hukum, pidana yang dikenakan tergolong ringan.

Pada kasus kekerasan dalam berpacaran yang menimpa remaja di bawah umur, pelaku tindak kekerasan umumnya mendapat pidana lima tahun penjara.

Sementara jika korban juga berusia dewasa, maka pelaku umumnya hanya dikenakan pasal perbuatan tidak menyenangkan. Hukuman yang dikenakan tidak sampai dua tahun.

"Korban yang berusia dewasa dianggap melakukan suka sama suka dan sadar, sehingga kerap sangat dilecehkan oleh kepolisian. Kekerasan psikis akan lebih sulit lagi dibuktikan," ungkap Veni.

LBH APIK, sepanjang 2012, menerima 30 laporan kasus kekerasan dalam pacaran. Kasus itu mulai dari tindakan inkar janji hingga korban ditinggal menikah.

Sayangnya, hanya empat orang pelaku yang diproses hukum. Sementara, sepanjang Januari-April terdapat lima kasus yang dilaporkan, yakni di antaranya adalah kekerasan seksual dan hamil saat pacaran.

"Anak muda pun harus melek hukum. Jadi jika ada kekerasan dalam hubungan anda segera tinggalkan pasangan anda," tegasnya.

Kekerasan dalam berpacaran ternyata juga berdampak pada kasus AIDS.

Ayu Oktariani dari Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), mengungkapkan bahwa bentuk larangan untuk beraktifitas positif dan sikap overprotektif merupakan bentuk kekerasan dalam berpacaran.

"Ini menjurus ke kekerasan seksual. Anda dipaksa untuk berhubungan sex aktif. Semakin diperparah jika kekasihnya pengguna narkoba. Sementara remaja tidak tahu banyak soal HIV dan tidak tahu cara cara melindungi diri, hingga HIV menular lewat seksual, dan lainnya," jelas Ayu.

Oleh sebab itu, penting bagi para perempuan yang dalam hubungan pacaran untuk tidak melakukan seks bebas. Para perempuan, terutama para remaja, pun harus paham akan kondisi diri, terutama tentang kesehatan seksual.
(Siska Nurifah)


()

MUSIK
MORE
FASHION
MORE
TREND
MORE

Mata Najwa: Bukan Polisi Tidur (6)

16 Juli 2014 21:37 wib

Mata Najwa, Rabu (16/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Bukan Polisi Tidur', hadir di Mata Najwa yaitu Penyidik Dit Intelijen BNN, AKBP Theresia Mastil.