Cegah Kanker, Angelina Jolie Rela ?Buang? Payudara

- 14 Mei 2013 19:50 wib
REUTERS/Toby Melville/fz
REUTERS/Toby Melville/fz

ANGELINA Jolie,37, membuat langkah mengejutkan terhadap tubuhnya. Aktris Hollywood yang meraih sukses internasional lewat film Tomb Rider itu membuang kedua payudaranya lewat operasi bertahap sejak Februari hingga April lalu.

Proses itu disebut dengan mastektomi ganda, dilakukannya untuk mengurangi risiko kanker payudara.

Jolie menyebut langkah tersebut sebagai pilihan medis. Dokter menyatakan Jolie memiliki 87% risiko terkena kanker payudara dan 50% risiko terkena kanker ovarium.

Dalam tubuhnya ternyata ada mutasi gen BRCA1. BRCA adalah sebutan untuk gen penyebab kerentanan kanker payudara, sebuah kelas gen yang dikenal sebagai supresor tumor, menurut National Cancer Institute.

Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 selama ini diteliti berkaitan dengan kanker payudara dan kanker ovarium yang menurun. Sebuah tes darah dapat menentukan apakah seorang wanita "sangat rentan" terhadap kanker.

Begitu mengetahui kenyataan yang dihadapinya, aktris kelahiran Los Angles, California, itu memutuskan untuk menjalani prosedur rumit selama sembilan minggu di Pink Lotus Breast Center California pada untuk mastektomi dan rekonstruksi.

"Saya memutuskan untuk bertindak lebih proaktif guna meminimalkan risiko sebisa mungkin," tulisnya dalam sebuah artikel di New York Times yang terbit Selasa (14/5).

Keputusannya itu didukung penuh oleh suaminya, aktor Brad Pitt. Jolie memuji Pitt atas dukungan dan cinta yang diberikan selama prosedur mastektomi yang ia jalani.

Jolie yang memiliki tiga anak kandung dan tiga anak angkat itu berkata anak-anaknya tidak menganggap hasil dari tindakannya akan membuat mereka tidak nyaman.

Berkat keputusan besarnya tersebut, risiko kanker payudara pada tubuhnya turun drastis dari 87% menjadi di bawah 5%.

"Saya merasa begitu berdaya setelah mengambil keputusan besar ini tanpa mengurangi femininitas saya," katanya.

Sangatlah wajar jika Jolie yang terkenal dengan kecantikan dan keseksian tubuhnya itu menganggap bahwa mengangkat kedua payudaranya merupakan sebuah keputusan besar.

Penampilan fisiknya memang selalu menuai perhatian. Setidaknya delapan kali sudah ia dinobatkan sebagai perempuan tercantik atau terseksi sedunia oleh bebrapa majalah ternama, seperti oleh Vogue pada 2002, oleh Esquire pada 2004, FHM dan Harper’s Bazaar pada 2005, People dan Hello! Pada 2006, Empire pada 2007, dan Vanity Fair pada 2009.

Artikel yang ditulisnya pada sebuah media kenamaan itu bertujuan untuk menginspirasi para perempuan yang bernasib kurang lebih sama dengannya.

"Kepada setiap wanita yang membaca, saya harap ini akan membantu Anda dalam menetukan pilihan.Saya ingin memberi dukungan kepada setiap perempuan, terlebih jika anda berasal dari keluarga dengan sejarah kanker payudara atau ovarium, untuk mencari informasi dan ahli-ahli medis yang dapat membantu anda melalui satu peristiwa dalam hidup ini dan membuat keputusan sendiri,"papar peraih sebuah penghargaan Academy Award, dua Screen Actors Guild Awards, dan tiga Golden Globe Awards itu.

Aktris yang aktif menjadi Duta Khusus PBB untuk Kemanusiaan itu ternyata pernah kehilangan ibunya akibat kanker payudara. Ibundanya, yang juga merupaka aktris dan produser Hollywood, Marcheline Bertrand, meninggal karena kanker ovarium pada usia 56 tahun di 2007 lalu.

Pengalaman menyedihkan itu membuatnya terus memotivasi anak-anaknya agar tidak khawatir akan kehilangan dirinya. "Saya dapat memberitahu anak-anak saya bahwa mereka tidak perlu takut mereka akan kehilangan saya untuk kanker payudara," ungkapnya.(BBC/CNN/wikipedia/Maggie Nuansa Mahardika)


()

MUSIK
MORE
FILM
MORE
FASHION
MORE
LIFE
MORE

Siapa Mau Jadi Menteri (7)

20 Agustus 2014 22:39 wib

Mata Najwa, Rabu (120/08/2014): Mata Najwa episode kali ini membahas tema 'Siapa Mau Jadi Menteri'. Hadir di Mata Najwa kali ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri BUMN Dahlan Iskan.