Agar Operasi Bedah Plastik Berhasil dan Aman

- 21 Mei 2013 15:52 wib
abcnews.go.com
abcnews.go.com

Metrotvnews.com: Operasi bedah plastik seolah menjadi tren untuk membuat penampilan cantik sempurna. Bila Anda berminat, ada baiknya berhati-hati sebelum melakukan bedah plastik. Bisa-bisa, calon pasien malah jadi korban malapraktik.

Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) dr Budiman Sp BPRE mengakui beberapa kalangan melakukan operasi bedah plastik meski fungsi dan anatomi tubuhnya tak memiliki kelainan. Ia menyebutkan prosedur itu sebagai bedah plastik estetik.

Ia menyarankan calon pasien memulai bedah plastik estetik di usia dewasa. Untuk bedah memancungkan hidung, usia pasien minimal 16 tahun. Namun sebelum melakukan operasi pemancungan hidung, ada baiknya calon pasien berkonsultasi dengan dokter bedah plastik.

Menurut Budiman, calon pasien dapat menemukan 156 ahli bedah plastik di Indonesia. Informasinya dapat ditemukan di website resmi PERAPI. Calon pasien akan menemukan informasi dokter yang memiliki izin praktik, lokasinya, serta jaminan kompetensinya.

Saat ini, ujarnya di acara 811 Show Metro TV, Jakarta, Selasa (21/5), pusat pendidikan ahli bedah plastik ada di dua kota. Di Jakarta, RSCM bekerja sama dengan Universitas Indonesia mendidik calon ahli bedah. Sedangkan Rumah Sakit Dokter Soetomo bekerja sama dengan Universitas Airlangga mendidik ahli bedah di Surabaya, Jawa Timur.

"Setiap dokter bedah plastik dibekali ilmu bahwa ada beberapa karakteristik pasien termasuk bukan kandidat yang bagus untuk operasi estetik," pungkas Budiman.

Setelah menemukan dokter yang tepat, Anda pun dapat mengonsultasikan keinginan bedah plastik agar prosedur itu aman, sebagai berikut:
1. Apa permasalahannya, kenapa ingin dioperasi, dan apa alasan operasinya?

2. Seperti apa dan berapa lama proses operasinya?

3. Bagaimana efeknya, sakit atau tidak?

4. Informasikan riwayat penyakit yang diderita untuk meminimalkan risiko pascaoperasi.

5. Berapa banyak biayanya?

6. Apa risikonya?(Lesi Setiawati)


()

CELEBRITAS
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Rerun Demokrasi Galau (Promo)

19 September 2014 23:31 wib

Keberhasilan Indonesia menggelar Pilkada secara langsung telah melahirkan sejumlah pemimpin yang berhasil membuat gebrakan. Rakyat pun merasa tak rugi telah memberikan suara dan memilih sosok yang dapat membuat perubahan berarti. Namun langkah Demokrasi yang terus diperbaiki, kini tersendat oleh pembahasan RUU Pilkada yang mengusulkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Anggota fraksi dari koalisi merah putih di DPR yang sebelumnya tak mendukung RUU tersebut, pascapilpres kini berubah haluan. Dengan sejumlah alasan mereka mendukung Pilkada melalui DPRD. …