Agar Sepatu Berhak Tinggi tak 'Mengorbankan' Kesehatan Kaki

- 11 Juni 2013 16:26 wib
Reuters
Reuters

Metrotvnews.com: Sepatu berhak tinggi atau high heels memang mempercantik penampilan. Namun bila salah mengenakan sepatu hak tinggi, akibatnya bisa jadi akan fatal. Kaki Anda bisa sakit.

Praktisi medis, Dokter Erin Destrini, menyarankan agar tak memaksakan diri mengenakan sepatu high heels agar tampil trendi. Ia menekankan penggunaan sepatu tersebut haruslah benar.

"High heels posisinya lengkung, kaki akan terangkat naik, pada saat kaki turun ke bawah, ini yang bisa menyebabkan streching atau lepasnya salah satu dari jaringan ikat sehingga meradang. Meradang, bengkak, dan akhirnya tidak bisa pakai high heels lagi," kata Erin dalam program acara 811 Show Metro TV, Jakarta, Selasa(11/6).

Konsultan sepatu, Jeffry Antono, pun berpendapat serupa. Menurutnya, banyak perempuan yang mengorban kesehatan hanya karena demi fesyen.

Nyatanya semakin tinggi sepatu, risikonya juga kian besar, seperti terjatuh, cedera kaki, atau terkilir. Jeffry pun menyarankan wanita tidak membiasakan diri menggunakan sepatu hak tinggi.

Bila mengenakan high heels, ada baiknya perhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Jenis kaki atau telapak kaki berbeda-beda.
Ada 3 jenis kaki yaitu normal arch, high arch, flatfoot. Gunakan sepatu yang sesuai ukuran dan postur tubuhnya. Nenurut Jeffry, kaki orang asia berukuran normal. Namun ukuran tiap orang pasti akan berbeda.
 
2. Latih cara berjalan yang baik dengan sepatu hak tinggi.

3. Setelah memakai sepatu, biasakan merendam kaki dengan campuran garam dan air hangat. Cukup beberapa menit saja. Bila lama, kulit kaki akan mengeriput.

4. Selain itu bisa dilakukan tenis ball massage. Caranya, cari tempat duduk yang nyaman. Terapi tidak bisa dilakukan dengan posisi berdiri.

"Terapi dengan berdiri akan menyebabkan bertambahnya ketegangan otot betis atau ketegangan pada tendon achilles. Tendon achilles merupakan tendon terkuat yang menopang tubuh yang terletak di bagian belakang kaki. Tendon tersebut harus dijaga, oleh karena itu lakukan terapi pada kaki jika tetap menggunakan sepatu hak tiggi," ujar Erin.

Letakkan bola tenis di bawah kaki. Gerakkan secara memutar. Cara itu akan merelaksasi peredaran darah di bawah kaki.

5. Cara lain yaitu mengompres kaki dengan kantong berisi es dan air panas.
Injak satu kantong berisi es selama lima menit. Lalu pindahkan pijakan ke kantong berisi air panas selama lima menit. Lakukan sebanyak 2 atau 3 kali tiap harinya. Terapi dilakukan selama 3 hari.

Selain itu, Erin pun menyarankan wanita mengenakan sepatu dengan sol belakang lebih tebal atau wedges dala aktivitas sehari-hari. Itu untuk menhindari efek lelah dan pegal.

"Rasa pegal karena memakai sepatu hak tinggi akan menyebabkan peregangan dan akan sangat nyeri," pungkas Erin.(Lesi Setiawati)


()

Mata Najwa: Menuju Ke-7 (7)

30 Juli 2014 21:54 wib

Mata Najwa, Rabu (30/07/2014), di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Menuju Ke-7', yang menayangkan kembali sejumlah episode di Mata Najwa tentang warna warni jalannya demokrasi saat pemilihan presiden dan juga perjalanan politik Joko Widodo sejak saat ia masih menjabat sebagai walikota Solo hingga kemudian hasil hitung cepat menunjukkan Jokowi sebagai presiden terpilih.