Jakarta Islamic Fashion Week Siap Digelar di JCC

- 11 Juni 2013 19:07 wib
REUTERS/Beawiharta/fz
REUTERS/Beawiharta/fz

Metrotvnews.com: Satu lagi perhelatan fesyen yang ditujukan bagi para muslimah Tanah Air, khususnya di DKI Jakarta. Di 2013 ini, digelar untuk pertama kalinya Jakarta Islamic Fashion Week (JIFW).

Acara ini digelar guna mendukung semakin berkembangnya industri mode di Indonesia, khususnya busana muslimah.

Meningkatnya jumlah muslimah Tanah Air yang mengenakan hijab, mulai dari warga biasa hingga selebritas mau tak mau membuat para produsen busana muslimah kebanjiran permintaan. Didukung konten lokal, seperti sulam bordir, tenun, dan batik menyebabkan bermunculannya berbagai desainer dan label pemula. Perhelatan mode pun kini tidak lagi asing bagi para muslimah karena mereka bebas mengekpresikan pribadi mereka melalui busana tertutup nan modis.

"Saya berharap ajang ini bisa menjadi wadah bertemunya desainer dan fashionista serta para pelaku mode. Terlebih 2 minggu kemudian kita akan menyambut bulan suci Ramadan," ujar Iis R Soelaeman selaku Ketua Umum Jakarta Islamic Fashion Week 2013 dalam konferensi pers di FX Sudirman, Selasa (11/6).

"Kami ingin muslimah memiliki personal style sekaligus menampilkan kekayaan anak bangsa. Apalagi dengan kreativitas para desainer lokal, tentu bisa berkolaborasi hingga meningkatkan tren busana muslim hingga level Asia," tambahnya.

JIFW 2013 akan diselenggarakan di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center, pada 26 - 30 Juni dibuka oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono. Selain 11 fashion show oleh 20 desainer, akan ada pula talkshow dan workshop serta 103 booth.

Untuk ke depannya, JIFW direncanakan bakal digelar di tiga kota besar di Indonesia. Di 2015, JIFW bahkan berencana membawa desainer JIFW ke tingkat Asia.


()

MUSIK
MORE
CELEBRITAS
MORE

Mata Najwa: Babak Baru Indonesia (6)

23 Juli 2014 23:23 wib

Mata Najwa, Rabu (23/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Babak Baru Indonesia', hadir di Mata Najwa yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pakar hukum tata negara, Zaenal Arifin Mochtar. Direktur eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla