Seberapa Banyak Anda Makan Buah dan Sayur Tiap Hari

- 16 Juli 2013 09:39 wib
ILUSTRASI--MI/PANCA SYURKANI/rj
ILUSTRASI--MI/PANCA SYURKANI/rj

Metrotvnews.com: Penggemar sayuran dan buah cenderung lebih sehat serta berumur lebih panjang. Lalu, berapa porsi ideal untuk mengonsumsi sayuran dan buah setiap hari?

Sebuah penelitian menyebutkan porsi tepat makan sayuran dan buah adalah lima kali sehari. Porsi tersebut untuk memberikan efek optimal dan terbaik terhadap usia harapan hidup.

Penelitian yang melibatkan 71 ribu orang dewasa itu mengukur harapan hidup para responden. Peneliti kemudian menghubungkan harapan hidup mereka dengan ukuran konsumsi buah dan sayuran.

Ternyata, responden yang makan sedikitnya satu sajiab buah per hari berusia 19 bulan lebih panjang ketimbang orang yang tak pernah makan buah. Sedangkan mereka yang rutun makan sayur setiap hari berumur lebih panjang hingga 32 tahun.

Pengambilan data penelitian itu berlangsung mulai 1997 hingga 1998. Respondennya berusia dari 45 hingga 83 tahun. Di akhir 2010, sekitar 11.500 responden meninggal.

Menurut Alicja Wolk PhD, salah satu peneliti, sebaiknya mengonsumsi lebih banyak sayuran ketimbang buah. Namun, baik buah maupun sayur, harus ada dalam menu harian.

"Buah dan sayur mengandung tipe vitamin dan mineral yang berbeda, yang tidak bisa kita temukan dalam makanan lain. Buah pada dasarnya lebih tinggi kalori. Meski demikian, buah dan sayur harus sama-sama dikonsumsi," kata Wolk.

Konsumsi buah dan sayur secara rutin juga menurunkan risiko terkena penyakit berbahaya, seperti kanker, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. Selain itu, sistem kekebalan tubuh dan tekanan darah menjadi lebih baik. Nah, perbanyaklah konsumsi buah dan sayur ya.(Go4)


()

CELEBRITAS
MORE

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun…