Persiapan Konser Metallica di Jakarta sudah 80%

- 16 Juli 2013 20:46 wib
ANTARA/Teresia May/ip
ANTARA/Teresia May/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Blackrock Entertainment mempersembahkan konser Metallica Live in Jakarta pada 25 Agustus 2013.

Menurut Direktur Blackrock Entertainment Taye Masyhur, tak ada permintaan yang menyulitkan sebagai promotor. Band rock asal Amerika tersebut hanya meminta keamanan yang memadai dan kapasitas penonton yang tidak berlebihan.

"Alhamdullilah kami bisa memenuhi yang mereka minta, mereka sangat simpel. Saya surprise juga mereka band rock besar tapi tidak minta macam-macam. Mereka hanya meminta ada sekuriti, penonton jangan sampai membeludak. Kami sudah siapin sekuriti banyak banget untuk mereka, memang mereka minta seperti itu," katanya saat jumpa pers di Rolling Stone Cafe, Selasa (16/7).

Taye juga mengatakan pada 11-13 Juli lalu, perwakilan team advance Metallica telah menyambangi Jakarta untuk mengecek langsung kesiapan sang promotor beserta lokasi konser serta keamanan.

Menurutnya, tim Metallica sudah menyatakan Indonesia siap menggelar konser band yang diawaki Lars Ulrich, James Hetfield, Kirk Hammett, dan Robert Trujilo tersebut.

"Ada tim tur Metallica yang ke sini Jumat (12/7) khusus untuk cek venue, hotel, dan lainnya. Namanya Dan Brown, dia malah ajukan dua jempol dan mengatakan Indonesia sangat siap ternyata untuk konser ini," ujarnya.

Konser Metallica Live in Jakarta merupakan konser kedua band rock dunia tersebut setelah menggelar konser pada 1993. Saat itu, konser tersebut tidak berlangsung tertib. Karenanya pihak Metallica meminta keamanan lebih diperketat dan kapasitas penonton yang cukup sesuai kapasitas Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.


()

LIFE
MORE
TREND
MORE

Rerun Demokrasi Galau (Promo)

19 September 2014 23:31 wib

Keberhasilan Indonesia menggelar Pilkada secara langsung telah melahirkan sejumlah pemimpin yang berhasil membuat gebrakan. Rakyat pun merasa tak rugi telah memberikan suara dan memilih sosok yang dapat membuat perubahan berarti. Namun langkah Demokrasi yang terus diperbaiki, kini tersendat oleh pembahasan RUU Pilkada yang mengusulkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Anggota fraksi dari koalisi merah putih di DPR yang sebelumnya tak mendukung RUU tersebut, pascapilpres kini berubah haluan. Dengan sejumlah alasan mereka mendukung Pilkada melalui DPRD. …