Vaksinolog Termuda di Dunia Berasal dari Indonesia

- 19 Juli 2013 10:04 wib
dr. Dirga Sakti Rambe (tengah)-metrotvnews.com
dr. Dirga Sakti Rambe (tengah)-metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Depok: Dirga Sakti Rambe, dokter lulusan Universitas Indonesia (UI) menjadi vaksinolog pertama di Indonesia dan termuda di dunia. Dirga berusia 27 tahun.

"Dia mengambil master vaksinologi di University of Siena, Italia, dimana ia menjadi satu dari 13 orang yang terpilih dari ratusan pelamar di seluruh dunia," kata Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Farida Haryoko, Jumat (19/7).

Ia mengatakan, belum banyak dokter di dunia yang melanjutkan pendidikan ke bidang ilmu vaksinologi. Ilmu yang didalami Dirga termasuk ilmu baru di dunia kedokteran. Di dunia, jumlah vaksinolog pun belum banyak.

Farida mengatakan selain masih belum banyak infomasi tentang jurusan vaksinologi, diakuinya bahwa vaksinologi bukan suatu ilmu yang mudah dipelajari sehingga belum banyak dokter melirik untuk mendalami ilmu ini.

Di dunia sendiri saat ini tidak lebih dari 10 universitas yang memiliki jurusan vaksinologi.

Dirga telah kembali ke Indonesia dan siap mengaplikasikan ilmunya bagi masyarakat Indonesia. Ia sangat fokus pada peningkatan kepedulian masyarakat Indonesia akan imunisasi dewasa.

Diharapkan dengan hadirnya seorang vaksinolog di Indonesia dapat menjadi inspirasi dan pembuka jalan bagi mahasiswa kedokteran lainnya untuk menjadi seorang vaksinolog yang mampu mengembangkan penelitian dan temuan inovatif di bidang kedokteran serta mendukung Indonesia sadar Imunisasi Dewasa.

Adapun Dirga mengatakan tidak banyak yang mengetahui dan peduli akan vaksinasi bagi orang dewasa.

Gaya hidup saat ini, seperti pemakaian tato dan tindik membuat pengguna rentan terinfeksi penyakit hepatitis B.

Selain itu, mengkonsumsi makanan di pinggir jalan yang tidak bersih juga sebagai salah satu pemicu timbulnya penyakit hepatitis A dan demam tifoid.

Atau ketika ingin bepergian lintas negara, orang dewasa juga perlu
diberikan vaksin meningitis dan vaksin influenza.

"Imunisasi bagi orang dewasa sangat penting," ujarnya.

Dirga menolak pendapat sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa vaksinasi merupakan tindakan memasukkan kuman penyakit ke dalam tubuh.

Vaksin, kata Dirga, adalah sesuatu yang menyerupai kuman yang direkayasa secara bioteknologi sehingga nantinya tubuh dapat mengenalinya seperti saat tubuh mengenali kuman. Dengan begitu, tubuh dapat meresponnya dengan antibodi yang kuat.

Selain vaksin untuk pencegahan, sekarang tengah berkembang vaksin terapeutik untuk kanker prostat dan kanker paru, namun proses pembuatan vaksin membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Ia mengatakan sosialisasi imunisasi dewasa juga telah dilakukan oleh Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI telah beberapa kali mengadakan pelatihan bagi dokter-dokter di daerah, sehingga nantinya dokter-dokter dapat menyediakan layanan vaksinasi di tempat praktik mereka. (Ant)


()

CELEBRITAS
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Rerun Demokrasi Galau (Promo)

19 September 2014 23:31 wib

Keberhasilan Indonesia menggelar Pilkada secara langsung telah melahirkan sejumlah pemimpin yang berhasil membuat gebrakan. Rakyat pun merasa tak rugi telah memberikan suara dan memilih sosok yang dapat membuat perubahan berarti. Namun langkah Demokrasi yang terus diperbaiki, kini tersendat oleh pembahasan RUU Pilkada yang mengusulkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Anggota fraksi dari koalisi merah putih di DPR yang sebelumnya tak mendukung RUU tersebut, pascapilpres kini berubah haluan. Dengan sejumlah alasan mereka mendukung Pilkada melalui DPRD. …