FDT Sebut Popularitas Danau Toba Masih Rendah

- 25 Juli 2013 19:03 wib
MI/Rommy Pujianto/ip
MI/Rommy Pujianto/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Umum Festival Danau Toba (FDT) 2013 Berman Lubis mengatakan popularitas danau di Sumatera Utara (Sumut) itu sebagai destinasi wisata masih rendah bila dibandingkan dengan tujuan wisata lain di Indonesia.

"Popularitas Danau Toba sebagai tujuan wisata justru terpuruk dalam beberapa waktu terakhir," katanya di Jakarta, Kamis (25/7). Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut mengingat potensi besar Danau Toba yang pada dasarnya bisa menyamai kehebatan dan popularitas Bali sebagai destinasi wisata favorit.
 
Menurut Berman, Danau Toba berpotensi untuk menjadi tujuan wisata alam favorit dunia karena merupakan situs alam dunia yang bersejarah. "Ini berasal dari letusan gunung 150 ribu tahun lalu, dan mampu menggelapkan dunia sampai beberapa saat," katanya.

Selain itu, potensi budaya masyarakat lokalnya juga sangat potensial untuk diminati wisatawan. "Oleh karena itu, kami berupaya untuk merancang sebuah festival berskala dunia yakni Festival Danau Toba yang kami harapkan bisa mendongkrak popularitas destinasi wisata alam ini," katanya.

Pihaknya menilai perlu pembenahan yang serius untuk membuat Danau Toba menjadi destinasi wisata setaraf Bali. Sebab, sampai saat ini Danau Toba menghadapi berbagai persoalan serius yang membuatnya kurang diminati sebagai obyek wisata.

Sejumlah faktor penghambat itu di antaranya kerusakan alam yang cukup parah, seperti kerusakan hutan akibat penebangan pohon yang tidak bertanggung jawab, perilaku para pengusaha tambak ikan yang tidak tahu dimana menempatkan usaha tambak ikan milik mereka, hingga kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.

Danau Toba juga dinilai belum memiliki fasilitas hiburan yang memadai hingga kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung. "Kita akan genjot ini melalui promosi dan festival, sehingga dalam lima tahun ke depan, kami targetkan Danau Toba bisa menyamai Bali menjadi tujuan wisata favorit," katanya.


()

TREND
MORE

Dibalik Pilar Konstitusi (7)

28 Agustus 2014 21:59 wib

Mata Najwa, Kamis (28/08/2014): Mata Najwa episode kali ini membahas tema 'Dibalik Pilar Konstitusi'. Hadir di Mata Najwa kali ini Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva.