4 Tren Busana Lebaran Tahun Ini

- 29 Juli 2013 18:00 wib
Ist
Ist

Metrotvnews.com: Tanpa terasa, Hari Raya Idul Fitri sudah semakin dekat. Apa yang paling Anda persiapkan selain makanan untuk merayakan hari kemenangan? Baju baru tentunya.

Dengan semaraknya tren busana muslim di Tanah Air akhir-akhir ini, ada begitu banyak pilihan model busana muslim yang bisa Anda pilih. Namun, ada beberapa model yang tengah diminati dan menjadi pilihan para muslimah. Apa sajakah itu?

1. Tren Peplum

Busana dengan potongan peplum memang akan membuat si pemakainya tampak feminine. Model ini sebenarnya sudah muncul dan ngetren di era 1940-an. Kini, peplum pun kembali dan menjadi aksen di busana muslim. Peplum adalah semacam rok mini yang diletakkan di bagian atas pinggang menutupi perut. Ini mampu membuat tubuh pemakainya terlihat proporsional. Peplum paling cocok dikenakan perempuan dengan tubuh lurus berpinggang kecil atau yang bagian atas tubuhnya lebih lebar untuk member kesan seimbang.

2. Tren Brokat

Brokat memang selalu identik dengan kemewahan dan glamor. Inilah yang membuat brokat diyakini masih tetap dilirik muslimah pada Lebaran kali ini. Brokat diperkirakan akan tetap menghiasi berbagai busana muslimah untuk tahun ini.

3. Tren Kaftan

Busana khas Timur Tengah ini memang sudah meraih pasar Asia Tenggara. Banyak muslimah yang melirik kaftan sebagai busana karena nodelnya yang memang syari tidak memperlihatkan lekuk tubuh tapi tetap elegan. Tidak mengherankan bila kaftan masih menjadi primadona untuk tahun ini.

4. Tren Tunik

Tunik memang identik dengan baju kurung yang dikenakan perempuan Melayu. Namun, dengan sedikit kreativitas, Anda bisa memadupadankan tunik untuk tampil lebih menarik. Misalkan padukan atasan tunik dengan bawahan polos atau motif sarung. (Aquila)


()

FASHION
MORE

Mata Najwa: Babak Baru Indonesia (6)

23 Juli 2014 23:23 wib

Mata Najwa, Rabu (23/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Babak Baru Indonesia', hadir di Mata Najwa yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pakar hukum tata negara, Zaenal Arifin Mochtar. Direktur eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla