Pameran Kuliner Lokal NTT Sambut Peserta Sail Komodo

- 01 Agustus 2013 10:19 wib
ANTARA/Laurensius Molan/bb
ANTARA/Laurensius Molan/bb

Metrotvnews.com, Kupang: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pemeran kerajinan rakyat, kebudyaan, pariwisata, dan keanekaragaman pangan lokal dengan nama Komodo Fair di Water Park Kupang.

Pameran yang digelar pada 31 Juli hingga 2 Agustus tersebut bertujuan memperkenalkan dan mempromosikan potensi daerah itu kepada masyarakat dan wisatawan mancanegara yang ikut dalam event Sail Komodo.

"Pameran ini merupakan  bagian dari promosi kuliner pangan lokal sebagai salah satu produk wisata kepada pengunjung dari luar NTT," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan NTT Alexander Sena saat pembukaan pameran, Rabu (31/7) malam.

Ia mengatakan, selama pameran warga dan wisatawan disuguhi beragaram atraksi seni dan budaya dari berbagai kabupaten, antara lain lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman; parade kuliner lokal; pemilihan duta pangan lokal; lomba cipta menu ikan; dan temu teknologi pertanian. Pemeran ini diikuti 17 peserta dari 17 kabupaten dan kota.

Menurutnya momen tersebut juga merupakan strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kecintaan masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal seperti kacang dan umbi-umbian.

Saat ini ratusan wisatawan yang bergabung sebagai peserta Sail Komodo 2013 sudah tiba di Kota Kupang. Peserta akan dilepas dari Kupang untuk berlayar menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, guna mengkuti puncak acara Sail Komodo pada 14 September mendatang.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan menghadiri puncak acara sail tersebut. Saat ini landasan pacu Bandara Komodo di Manggarai Barat sedang diperpanjang dan diperlebar agar bisa didarati pesawat Boeing yang akan digunakan presiden bersama rombongan. (Palce Amalo)


()

FASHION
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Pengalaman Bupati Solok Dimintai Uang di Pilkada DPRD

18 September 2014 00:32 wib

Mata Najwa, Rabu (17/9/2014): Bupati Solok, Sumatera Barat, Syamsu Rahim menceritakan pengalamannya mengikuti Pemilukada melalui Anggota DPRD. Ia mengaku dimintai uang dengan jumlah tertentu untuk mendapatkan dukungan.