Inilah Kekasih Putri Diana Sebelum Dodi Al Fayed

- 02 Agustus 2013 16:55 wib

Metrotvnews.com: Masih ingat dengan nama Hasnat Khan? Nama pria asal Pakistan ini kembali ramai diperbincangkan setelah kelahiran cucu mendiang Putri Diana beberapa waktu lalu.

Hasnat Khan adalah pria yang pernah menjalin hubungan asmara selama dua tahun dengan Putri Diana sebelum akhirnya Diana meninggal akibat kecelakaan pada 1997. Nama Khan kini pun ramai dibicarakan sehubungan dengan eksistensi Putri Diana sebagai nenek yang tidak dikenal oleh Pangeran George Alexander Louis.

Hubungan antara Diana dan Hasnat kala itu memang tergolong serius. Sosialita Jemima Khan bahkan mengungkap bahwa Diana sempat mempertimbangkan untuk pindah ke Pakistan saat masih berhubungan dengan Hasnat. Pria yang berprofesi sebagai ahli bedah itu bahkan diketahui sudah mengajak Diana liburan ke Pakistan dua kali. "Saat itu, Diana memang benar-benar jatuh cinta dengan Hasnat Khan. Bahkan ia sudah bersiap diri jika memang harus pindah ke Pakistan. Itulah alasan mengapa akhirnya kami pun bersahabat baik," katanya seperti dikutip dari Inquisitr, Jumat (2/7). Mantan suami Jemima, Imran Khan, adalah sepupu dari Hasnat.

"Dua kali ke Pakistan, dua kali pula Diana bertemu dengan keluarga Hasnat. Mungkin mereka sudah mulai membahas perihal pernikahan," katanya. Namun, rencana itu sempat terhambat oleh ibu Hasnat yang tidak suka memiliki menantu perempuan Inggris. "Beberapa kalangan di Pakistan akan merasa bangga bisa menyekolahkan anak-anak mereka di Inggris, tapi tidak bila mereka pulang dengan membawa pasangan warga negara Inggris asli," kisahnya.

Entah karena alasan apa, Diana akhirnya memutuskan hubungannya dengan Hasnat. Diana diduga mendekati Dodi Al Fayed untuk membuat Hasnat cemburu. Tragisnya keduanya malah meninggal akibat kecelakaan mobil di Paris pada 1997.


()

MUSIK
MORE
CELEBRITAS
MORE
FASHION
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Mata Najwa: Babak Baru Indonesia (6)

23 Juli 2014 23:23 wib

Mata Najwa, Rabu (23/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Babak Baru Indonesia', hadir di Mata Najwa yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pakar hukum tata negara, Zaenal Arifin Mochtar. Direktur eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla