Miss World di Bali Dijamin tidak Pertontonkan Perempuan Berbikini

- 27 Agustus 2013 20:22 wib
metrotvnews.com/bo
metrotvnews.com/bo

Metrotvnews.com, Denpasar: Pergelaran Miss World di Bali pada 8 September dipastikan tanpa mempertontonkan perempuan cantik berbikini. Akan tetapi, acara itu diyakini dapat mendongkrak popularitas Bali dari segi promosi pariwisata dunia.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat beraudiensi dengan panitia penyelenggaran Miss World 2013 di Kantor Gubernur Bali, Selasa (27/8).

Pastika mengatakan, sebelum bersedia menjadi tuan rumah, Pemerintah Provinsi Bali telah mengajukan syarat kepada panitia Miss World untuk mengikuti etika dan tata susila yang berlaku di Indonesia, khususnya Bali. Pastika tidak menjelaskan etika dan tata susila yang berlaku di Bali namun permintaan tersebut diharapkan bisa dipahami oleh panitia Miss World.

Bagi Bali, lanjut dia, menjadi tuan rumah pelaksanaan Miss World juga memberi keuntungan dari segi promosi pariwisata. "Anda bisa bayangkan. Ada 131 negara pesertanya, dengan jurnalis sekitar 5000 orang. Itu akan dilihat di seluruh dunia. Ini promosi gratis buat kita, apalagi saya yakin banyak orang akan melihat tayangan atau peristiwa tersebut," ujarnya.

Permintaan tersebut sebenarnya sudah diketahui oleh pihak panitia. Panitia pelaksana pemilihan Miss World berkomitmen untuk mematuhi aturan agama dan budaya yang ada di Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan Humas Panitia Pelaksana Pemilihan Miss World Syafril Nasution seusai bertemu Pastika.

Syafril mengungkapkan, sebagai bukti pelaksanaan Miss World di Indonesia tetap menghargai adat dan budaya adalah akan ada pementasan tari kecak dan berbagai tarian daerah Indonesia pada pembukaan pemilihan Miss World.

Selain itu, sambung dia, panitia juga telah merancang kegiatan di mana para kontestan akan menggunakan pakaian hasil rancangan para desainer Indonesia. Para kontestan nantinya juga akan diajak mengunjungi Kawasan Garuda Wisnu Kencana, mengunjungi beberapa museum di Bali, dan mengunjungi Pura Besakih sebagai upaya memperkenalkan budaya Indonesia.

Terkait dengan penggunaan bikini dalam kontes Miss World, Syafril memastikan tidak ada penggunaan bikini dalam kontes Miss World di Indonesia.

"Sebenarnya sejak 7 tahun lalu para kontestan tidak pakai bikini lagi. Di sini mungkin karena kurang informasi saja dan sosialisasi terhadap kegiatan itu, sehingga ada pemikiran-pemikiran Miss World ini dianggap seperti apa yang mereka pikirkan,” ujarnya. (Arnoldus Dhae)


()

CELEBRITAS
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Rerun Demokrasi Galau (Promo)

19 September 2014 23:31 wib

Keberhasilan Indonesia menggelar Pilkada secara langsung telah melahirkan sejumlah pemimpin yang berhasil membuat gebrakan. Rakyat pun merasa tak rugi telah memberikan suara dan memilih sosok yang dapat membuat perubahan berarti. Namun langkah Demokrasi yang terus diperbaiki, kini tersendat oleh pembahasan RUU Pilkada yang mengusulkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Anggota fraksi dari koalisi merah putih di DPR yang sebelumnya tak mendukung RUU tersebut, pascapilpres kini berubah haluan. Dengan sejumlah alasan mereka mendukung Pilkada melalui DPRD. …