Finalis Puteri Indonesia 2014 Memasuki Masa Karantina

- 19 Januari 2014 22:18 wib
Metrotvnews.com/Retno Hemawati
Metrotvnews.com/Retno Hemawati

Metrotvnews.com, Jakarta: 38 perempuan cantik mewakili 33 provinsi di Indonesia akan beradu di ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2014. Ajang ini tidak hanya mencari perempuan yang cantik, namun juga berperilaku baik dan memiliki kecerdasan sehingga layak untuk mewakili Indonesia di berbagai kesempatan hingga manca negara.

Finalis yang sejak Sabtu (19/1) pagi telah datang di Grand Sahid Jaya Hotel, Jalan Jenderal Sudirman No.Kav.86, Jakarta bersiap mengikuti karantina selama 10 hari. Mereka akan siap tampil di Malam Grand Final Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada Rabu (19/1).

Berbagai kegiatan telah dirancang selama karantina mulai dari perawatan kecantikan dalam dan luar di Taman Sari Royal Heritage Spa. Selain itu, mereka juga akan mengikuti sesi pembekalan yang diisi oleh para pakar seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Linda Amalia Sari Gumelar, Dewi Motik Pramono, BNN dan yang teristimewa adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

"Korupsi adalah pukulan bagi Indonesia, bahkan bagi perempuan berprestasi, korupsi tidak mengenal gender. Memasuki ASEAN Free Trade Area, korupsi ini akan menurunkan daya saing bagi kita," kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kuswisnu Wardani.

Pembekalan ini ditujukan untuk mencari sosok Puteri Indonesia yang dicita-citakan, yaitu memenuhi kriteria 3B, Brain (kecerdasan), Beauty (berpenampilan menarik), dan Behavior (berperilaku baik).


()

CELEBRITAS
MORE
LIFE
MORE
TREND
MORE

Rerun Demokrasi Galau (Promo)

19 September 2014 23:31 wib

Keberhasilan Indonesia menggelar Pilkada secara langsung telah melahirkan sejumlah pemimpin yang berhasil membuat gebrakan. Rakyat pun merasa tak rugi telah memberikan suara dan memilih sosok yang dapat membuat perubahan berarti. Namun langkah Demokrasi yang terus diperbaiki, kini tersendat oleh pembahasan RUU Pilkada yang mengusulkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Anggota fraksi dari koalisi merah putih di DPR yang sebelumnya tak mendukung RUU tersebut, pascapilpres kini berubah haluan. Dengan sejumlah alasan mereka mendukung Pilkada melalui DPRD. …